Hubungan Total Factor Productivity dengan Pertumbuhan Ekonomi!

Banyak ekonom menggunakan pendekatan fungsi produksi untuk menjelaskan pentingnya berbagai faktor untuk menentukan tingkat pertumbuhan.

Jenis fungsi produksi berikut telah digunakan untuk mengukur kontribusi berbagai faktor terhadap pertumbuhan ekonomi:

Y = AF (L, K, N)

Dimana Y = Produk domestik bruto (PDB)

A = Produktivitas faktor total

L = Kuantitas input tenaga kerja

K = Besarnya persediaan modal

N = Jumlah sumber daya alam.

Dalam studi sumber pertumbuhan, sumber daya alam diberikan sebagai konstanta dan modal manusia ditambahkan sebagai faktor terpisah untuk menentukan pertumbuhan Produk Domestik Bruto. Dengan perubahan tersebut maka fungsi produksi menjadi

Y = AF (L, K, H)

Dimana H mewakili kuantitas modal manusia. Cara penting untuk menilai kontribusi sumber daya terhadap produksi barang dan jasa adalah produktivitasnya. Yang kami maksud dengan produktivitas adalah rasio keluaran yang dihasilkan dengan jumlah masukan yang digunakan untuk memproduksinya. Kita dapat mengukur produktivitas dari satu faktor seperti tenaga kerja atau modal.

Untuk mengukur produktivitas semua input secara bersama-sama konsep produktivitas faktor total (TFP) digunakan. Produktivitas faktor total berarti rasio output yang dihasilkan dengan jumlah semua input yang digunakan. Produktivitas faktor total adalah indeks produktivitas keseluruhan ekonomi. Faktanya, kemajuan teknis dalam perekonomian diukur dengan peningkatan tahunan dalam produktivitas faktor total.

Sekarang, pertumbuhan ekonomi tergantung pada peningkatan input faktor dan kemajuan teknologi yang terjadi dalam perekonomian. Peningkatan teknologi membuat input faktor atau sumber daya lebih produktif. Jika kuantitas sumber daya meningkat dan produktivitas faktor total ­meningkat, maka output akan tumbuh lebih cepat daripada peningkatan kuantitas sumber daya. Oleh karena itu, laju pertumbuhan ekonomi yang dicapai akan bergantung pada pertumbuhan sumber daya (yaitu input faktor seperti tenaga kerja, modal, dan laju peningkatan produktivitas faktor total. Jadi:

Pertumbuhan ekonomi – tingkat pertumbuhan pasokan sumber daya + tingkat peningkatan produktivitas faktor total:

Sekarang, jumlah peningkatan output karena peningkatan input tenaga kerja bergantung pada kontribusi tenaga kerja padanya. Demikian pula, jumlah peningkatan output akibat akumulasi kapital bergantung pada kontribusi kapital terhadapnya. Dengan asumsi tidak ada perubahan sumber daya alam dan mengambil fungsi produksi dua faktor, maka pertumbuhan output riil akibat kenaikan input tenaga kerja dan modal dapat diperoleh dengan mengalikan kenaikan tenaga kerja dan modal dengan kontribusi masing-masing terhadap produksi output.

Mengikuti para ekonom neoklasik seperti Solow, dan Meade, para ekonom umumnya menggunakan bagian dalam pendapatan nasional (PDB) tenaga kerja dan modal untuk mengukur kontribusi mereka terhadap output. Dari studi fungsi produksi baru-baru ini yang dilakukan untuk ekonomi AS, telah ditemukan bahwa bagian tenaga kerja adalah sekitar 70 persen dan bagian modal adalah sekitar 30 persen dari pendapatan nasional. Kita dapat memperoleh pertumbuhan output, (yaitu PDB) dengan menggunakan persamaan pertumbuhan berikut.

% ∆ PDB = % ∆TFP + 0,70 (% ∆L) + 0,30 (%∆K)

Di mana

PDB = Produk Domestik Bruto

∆TFP = Perubahan produktivitas faktor total

∆L = Peningkatan jumlah tenaga kerja

∆K = Kenaikan stok modal

Persamaan pertumbuhan di atas menunjukkan bagaimana pertumbuhan PDB tergantung pada perubahan produktivitas faktor total (TFP) dan perubahan faktor seperti tenaga kerja dan modal. Ingatlah bahwa perubahan dalam produktivitas faktor total mengukur kemajuan teknologi yang terjadi dalam perekonomian.

Kemajuan teknis yaitu, perubahan produktivitas faktor total merupakan faktor penting dalam menentukan output bruto. Misalnya, jika produktivitas faktor total meningkat pada laju 2 persen per tahun, bahkan dengan stok kapital dan tenaga kerja dipertahankan konstan, produk domestik bruto (PDB) akan meningkat pada laju 2 persen per tahun.

Jika input tenaga kerja meningkat sebesar 2 persen dan persediaan modal masing-masing meningkat sebesar 3 persen per tahun, maka gunakan persamaan pertumbuhan di atas:

%∆PDB = 2 + 0,70 (2) + 0,30 (3)

= 2 + 1,40 + 0,90

= 4.3

Dengan demikian, PDB akan tumbuh pada tingkat 4,3 persen per tahun.

Perlu dicatat di sini bahwa tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi yang dicapai oleh Jepang di masa lalu tidak hanya karena tingkat pertumbuhan yang cepat dari stok modal tetapi juga karena tingkat pertumbuhan yang relatif lebih tinggi dalam produktivitas faktor total (TFP), yaitu kemajuan teknologi.

Selanjutnya, dari tahun 1973 hingga pertengahan tahun sembilan puluhan, tingkat pertumbuhan yang lebih rendah di Amerika Serikat disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan dalam produktivitas faktor total. Lebih lanjut dapat dicatat bahwa perbedaan tingkat pertumbuhan antar negara dapat dijelaskan dalam hal perbedaan tingkat pertumbuhan stok modal dan produktivitas faktor total.

Pembayaran Balon

Pembayaran Balon

Apa itu Pembayaran Balon? Pembayaran balon adalah jumlah yang sangat besar yang dibayarkan pada akhir masa pinjaman. Sebagian besar pinjaman balon datang dengan jangka waktu pendek; itu bisa berupa pinjaman komersial, hipotek, atau…

Read more