Artikel ini menyoroti lima tahap utama yang melibatkan d dalam kampanye periklanan yang dikelola dengan baik. Tahapannya adalah: 1. Menetapkan Tujuan Iklan 2. Menetapkan Anggaran Iklan 3. Menentukan Pesan Utama Iklan 4. Memutuskan Media Iklan yang Akan Digunakan 5. Mengevaluasi Hasil Kampanye Iklan.

Tahap #1. Tetapkan Tujuan Periklanan:

Tujuan periklanan adalah tugas komunikasi khusus yang ingin dicapai dengan khalayak sasaran tertentu selama periode waktu tertentu.

Tujuan periklanan terbagi dalam tiga kategori utama:

(a) Untuk menginformasikan, misalnya memberitahu pelanggan tentang produk baru.

(b) Untuk membujuk, misalnya mendorong pelanggan untuk beralih ke merek baru.

(c) Untuk mengingatkan, misalnya mengingatkan pembeli di mana menemukan produk tersebut.

Tahap #2. Tetapkan Anggaran Iklan:

Pemasar harus ingat bahwa peran periklanan adalah menciptakan permintaan akan suatu produk. Jumlah yang dibelanjakan untuk iklan harus relevan dengan potensi dampak penjualan kampanye. Ini pada gilirannya akan mencerminkan karakteristik produk yang diiklankan.

Misalnya, produk baru cenderung membutuhkan anggaran iklan yang lebih besar untuk membangun kesadaran dan mendorong konsumen untuk mencoba produk tersebut. Sebuah produk yang sangat terdiferensiasi mungkin juga memerlukan lebih banyak iklan untuk membedakannya dari pesaing.

Menetapkan anggaran iklan tidaklah mudah—bagaimana bisnis dapat memprediksi jumlah yang tepat untuk dibelanjakan? Bagian mana dari kampanye periklanan yang akan bekerja paling baik dan mana yang akan memiliki pengaruh yang relatif kecil? Bisnis sering menggunakan aturan praktis sebagai panduan untuk menetapkan anggaran.

Tahap #3. Tentukan Pesan Iklan Utama:

Menghabiskan banyak uang untuk iklan tidak menjamin kesuksesan. Penelitian menunjukkan bahwa kejelasan pesan iklan seringkali lebih penting daripada jumlah yang dikeluarkan. Pesan iklan harus ditargetkan dengan hati-hati untuk memberi dampak pada audiens target pelanggan.

Pesan iklan yang sukses harus memiliki karakteristik sebagai berikut:

(a) Berarti:

Pelanggan harus menemukan pesan yang relevan, misalnya iklan oleh Vodafone memperjelas bahwa jaringan mereka meluas ke mana pun yang diinginkan pelanggan.

(b) Khas:

Iklan harus menarik perhatian pelanggan, seperti iklan Hoodibaba oleh Baja Auto. Fotografi dan efek suara menghasilkan banyak minat.

(c) Dapat dipercaya:

Ini adalah tugas yang sulit, karena peneliti berpendapat bahwa sebagian besar konsumen meragukan kebenaran iklan secara umum.

Tahap #4. Memutuskan Media Iklan Yang Akan Digunakan:

Ada berbagai media iklan yang dapat dipilih. Kampanye dapat menggunakan satu atau lebih alternatif media.

Faktor kunci dalam memilih media yang tepat meliputi:

(a) Jangkauan:

Berapa proporsi target pelanggan yang akan terpapar iklan?

(b) Frekuensi:

Berapa kali target pelanggan terpapar pesan iklan?

(c) Dampak media:

Di mana pelanggan target harus melihat pesan agar berdampak paling besar? Misalnya, apakah iklan yang mempromosikan hari libur untuk lansia lebih berdampak di televisi (jika demikian, kapan dan saluran mana) atau di surat kabar nasional atau mungkin majalah yang berfokus pada segmen populasi ini?

Keputusan penting lainnya adalah waktu kampanye. Beberapa produk cocok untuk kampanye musiman di televisi (mis. Diwali atau bingkisan Natal) sedangkan untuk produk lain, kampanye iklan reguler sepanjang tahun di media seperti surat kabar dan majalah khusus (mis. liburan resor di stasiun bukit) mungkin lebih sesuai .

Tahap #5. Evaluasi Hasil Kampanye Periklanan:

Evaluasi kampanye periklanan harus fokus pada dua bidang utama:

Efek komunikasi:

Apakah pesan yang dimaksudkan dikomunikasikan secara efektif dan kepada audiens yang dituju? Sebagai contoh, penting bagi perusahaan untuk mencatat efek dari upaya komunikasinya. Airtel melihat peningkatan besar dalam penjualan setelah merilis iklannya yang menampilkan AR Rehman.

Efek penjualan:

Apakah kampanye menghasilkan pertumbuhan penjualan yang diinginkan? Ini jauh lebih sulit diukur daripada efek komunikasi.

Industri Berat

Industri Berat

Apa Itu Industri Berat? Industri berat mengacu pada bisnis yang banyak berinvestasi dalam memproduksi barang, peralatan, dan fasilitas besar untuk konsumen industri. Ini terutama bekerja pada proyek jangka panjang berskala besar, yang membantu…

Read more